Panduan ini menjelaskan prosedur untuk pemantauan penggunaan ruang penyimpanan (disk usage) pada Virtual Private Server (VPS) melalui terminal Linux menggunakan perintah CLI bawaan serta utilitas interaktif. Pemantauan kapasitas ruang penyimpanan secara berkala sangat bermanfaat untuk mencegah kegagalan sistem, kegagalan layanan basis data (database crash), dan menjaga performa server tetap optimal.
I. Persiapan Awal dan Akses Terminal VPS
Sebelum menjalankan pemantauan penggunaan disk, Anda harus mengakses server VPS Anda menggunakan protokol Secure Shell (SSH) melalui aplikasi terminal.
Buka terminal pada komputer Anda (atau aplikasi seperti PuTTY) dan jalankan perintah berikut untuk terhubung ke VPS:
ssh username@alamat_ip_server
Hasil yang diharapkan: Sistem meminta kata sandi atau autentikasi kunci SSH. Setelah berhasil login, perintah shell VPS akan muncul di layar.
II. Memeriksa Penggunaan Partisi Disk Menggunakan Perintah df
Perintah df (disk free) digunakan untuk melihat ringkasan total kapasitas, ruang terpakai, dan ruang tersisa pada seluruh sistem berkas (filesystem) terpasang.
- Menjalankan Perintah
df -h
Ketikkan perintah berikut untuk menampilkan kapasitas disk dalam format yang mudah dibaca oleh manusia (Human-Readable Format seperti MB atau GB):df -h
Hasil yang diharapkan: Layar akan menampilkan kolom-kolom informasi seperti Filesystem, Size, Used, Avail, Use%, dan Mounted on. Kolom Use% menunjukkan persentase penggunaan partisi, di mana nilai pada direktori utama (/) harus dipantau agar tidak mendekati 100%. - Memeriksa Penggunaan Inode Sistem Berkas
Kapasitas disk dapat penuh bukan hanya karena ukuran berkas, tetapi juga karena kehabisan struktur Inode (jumlah total berkas). Periksa status Inode dengan perintah:df -i
Hasil yang diharapkan: Terminal menampilkan persentase penggunaan ketersediaan Inode (IUse%). Jika persentase Inode mencapai 100%, Anda tidak dapat membuat berkas baru meskipun kapasitas disk secara ukuran MB/GB masih tersisa.
III. Mengidentifikasi Direktori dan Berkas Terbesar Menggunakan Perintah du
Perintah du (disk usage) digunakan untuk melacak folder atau berkas mana yang mengonsumsi kapasitas paling besar pada sistem.
- Mengecek Ukuran Direktori Secara Ringkas
Untuk mengetahui total ukuran direktori tertentu (misalnya folder log sistem), jalankan perintah:du -sh /var/log
Hasil yang diharapkan: Output berupa total estimasi penggunaan ruang disk oleh folder /var/log dalam format ringkas (misalnya1.2G /var/log). - Mencari 10 Berkas/Folder Terbesar
Gunakan kombinasi perintahdu,sort, danheaduntuk menampilkan 10 folder atau berkas berukuran paling besar pada root direktori:du -ah / 2>/dev/null | sort -rh | head -n 10
Hasil yang diharapkan: Terminal menyajikan daftar 10 berkas/folder teratas yang memakan ruang disk terbesar, diurutkan dari ukuran terbesar hingga terkecil.
IV. Pemantauan Disk Interaktif Menggunakan Utilitas NCDU
Untuk navigasi pemantauan penggunaan disk yang lebih visual dan mudah di dalam terminal, Anda dapat menggunakan utilitas interaktif bernama NCurses Disk Usage (NCDU).
- Instalasi Utilitas NCDU
Jalankan perintah instalasi sesuai dengan jenis distribusi Linux pada VPS Anda:
Untuk Ubuntu/Debian:sudo apt update && sudo apt install ncdu -y
Untuk CentOS/RHEL/AlmaLinux:sudo dnf install ncdu -y
Hasil yang diharapkan: Paket aplikasi NCDU terunduh dan terinstal secara otomatis pada sistem VPS Anda. - Menjalankan Pemindaian NCDU
Ketikkan perintah berikut untuk mulai memindai direktori utama server:ncdu /
Hasil yang diharapkan: NCDU akan memindai struktur direktori server dan menampilkan antarmuka berbasis teks interaktif. Anda dapat memandu navigasi menggunakan tombol panah atas/bawah pada keyboard untuk memeriksa direktori dan menekan tombol d untuk menghapus berkas tidak terpakai secara langsung.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Peringatan Batas Kritis: Pertahankan konsumsi disk VPS di bawah 80%. Jika penggunaan ruang disk pada direktori utama (/) mencapai lebih dari 90%, layanan penting seperti MySQL/MariaDB dapat berhenti secara mendadak (crash).
- Pengelolaan Log Sistem (Best Practice): Berkas log aplikasi di lokasi /var/log merupakan penyebab umum disk cepat penuh. Dapatkan manfaat dari konfigurasi pembersihan otomatis menggunakan fitur logrotate.
- Kerentanan Berkas Tersembunyi (Common Mistake): Berkas yang dihapus saat aplikasinya masih berjalan sering kali terus memakan kapasitas disk karena prosesnya masih mengunci berkas tersebut. Gunakan perintah
lsof | grep deleteduntuk mengidentifikasi proses tersebut. - Pembersihan Cache Paket (Maintenance Tip): Hapus berkas repositori instalasi yang tersisa menggunakan perintah
apt clean(Ubuntu/Debian) ataudnf clean all(CentOS/RHEL) secara berkala untuk melepaskan kapasitas disk yang terbuang. - Keamanan Data: Berhati-hatilah saat menghapus berkas berukuran besar menggunakan perintah
rmatau menu hapus pada utilitas NCDU. Pastikan berkas tersebut bukan bagian dari berkas konfigurasi sistem atau basis data utama.