Panduan ini menjelaskan prosedur untuk melakukan pencadangan (backup) dan pemulihan (restore) database MySQL menggunakan fitur phpMyAdmin. Langkah ini sangat penting untuk mengamankan data website Anda sebelum melakukan pembaruan atau saat ingin memindahkan data antar server.
I. Backup Database (Export)
Prosedur Export digunakan untuk mengunduh salinan database dari server ke penyimpanan lokal Anda dalam format file .sql.
- Masuk ke phpMyAdmin: Akses phpMyAdmin melalui panel kontrol hosting Anda.
- Pilih Database: Pada bilah sisi (sidebar) sebelah kiri, klik nama database yang ingin dicadangkan.
- Buka Menu Export: Klik tab Export yang terletak di barisan menu bagian atas.
- Metode Export:
- Quick: Menampilkan opsi minimal dan mengekspor seluruh database secara instan (Disarankan).
- Custom: Memungkinkan Anda memilih tabel tertentu secara spesifik atau mengubah metode kompresi.
- Simpan File: Pastikan format yang terpilih adalah SQL, lalu klik tombol Go atau Export. File akan otomatis terunduh ke komputer Anda.
II. Restore Database (Import)
Prosedur Import digunakan untuk memasukkan kembali file cadangan .sql ke dalam database di server.
- Pilih Database Tujuan: Klik nama database yang ingin diisi datanya di bilah sisi kiri.
Peringatan: Pastikan database dalam keadaan kosong (tidak ada tabel). Jika masih ada tabel lama, centang semua tabel lalu pilih aksi Drop untuk menghindari error table already exists.
- Buka Menu Import: Klik tab Import pada barisan menu bagian atas.
- Unggah File Cadangan:
- Klik Choose File (Pilih File) atau Browse.
- Pilih file database
.sqlatau file terkompresi (.zip/.sql.zip) dari komputer Anda.
- Konfigurasi: Pastikan bagian Format sudah tersetting ke SQL. Untuk pengaturan lainnya, Anda bisa membiarkannya sesuai setelan standar (default).
- Jalankan Proses: Klik tombol Go atau Import di bagian paling bawah halaman.
- Selesai: Sistem akan memproses data. Jika berhasil, akan muncul notifikasi berwarna hijau yang menyatakan bahwa proses import telah selesai.
III. Hal Penting untuk Diperhatikan
- Limit Upload: Setiap server memiliki batasan ukuran unggahan file (biasanya tertulis di halaman Import). Jika file Anda terlalu besar, kompreslah menjadi format
.zipsebelum diunggah. - Prefix Database: Jika Anda melakukan restore ke server yang berbeda, pastikan nama database di file SQL (jika ada perintah
CREATE DATABASE) sesuai dengan nama database yang baru. - Keamanan: Jangan pernah membagikan file hasil backup
.sqlkepada pihak yang tidak berwenang karena file tersebut berisi seluruh data sensitif website Anda dalam bentuk teks terbuka.